Sunday, October 7, 2012

Askep Gangguan Body Image


Pengkajian:
1)      Data demografi pasien
2)      Mengkaji komponen konsep diri, yaitu:
a.       Gambaran diri
b.      Ideal diri
c.       Harga diri
d.      Penampilan peran
e.       Identitas diri
3)      Faktor predisposisi gangguan body image, seperti budaya, teman sebaya, tuntutan peran.
4)      Faktor presipitasi, misalnya trauma, baik fisik maupun psikologis.
5)      Sumber koping
6)      Mekanisme koping
7)      Keluhan yang dirasakan pasien terkait body image.
8)      Perilaku respon dari gangguan body image.
Diagnosa:
1)      Gangguan body image, yaitu kebingungan atau kekeliruan dalam gambaran mental seseorang terhadap fisiknya sendiri. Gambaran mental yang salah dan keliru terhadap fisiknya sendiri.
Batasan karakteristik:
a.       Adanya perilaku mengamati tubuh orang lain
b.      Membandingkan tubuh orang lain dengan dirinya sendiri.
c.       Menutupi bagian tubuh yang tidak disukai.
NOC:
a.       Self esteem
b.      Body image, yaitu persepsi positif terhadap penampilan dan fungsi tubuh sendiri.
NIC:
a.       Body image enhancement, aktivitas: membantu mendorong pasien untuk mengungkapkan perasaannya, mengidentifikasi cara- cara untuk mengurangi segala kesalahan penggambaran, fasilitasi kontak dengan individu sebagai suatu mekanisme untuk mengevaluasi persepsi citra tubuh, dorong pasien untuk melihat dan menyentuh bagian tubuh yang berubah, memberikan informasi kosmetik yang dapat digunakan.
b.      Self esteem enhancement
c.       Peningkatan dukungan keluarga
d.      Kelompok sharing
e.       Rehabilitasi untuk adaptasi perubahan
f.       Kelompok sharing
Evaluasi:
a.       Pasien memperlihatkan koping diri
b.      Harga diri membaik
Prinsip perawatan dan peran perawat:
a.       Respon tidak mengadili pasien
b.      Bina hubungan saling percaya
c.       Mendiskusikan apa yang dipikirkan pasien
d.      Meyakinkan pikiran dan perilaku potitif pasien
e.       Komunikasi terapeutik
f.       Memberikan informasi yang sesungguhnya, apa adanya
g.      Perawat sebagai pendengar yang baik
h.      Menunjukkan rasa empati
i.        Memberi support
j.        Membebaskan pasien dari hal- hal yang membebani
k.      Memberikan pendampingan keagamaan
Terapi:
a.       Cognitif Behavioral Therapy (CBT), yaitu menyediakan pikiran logis terhadap penampilan pasien yang positif dengan cara memfasilitasi adaptasi terhadap perubahan.
Tahap- tahap CBT, menurut Catherine Faucher:
1)      Pasien mengkaji diri sendiri bagaiman acitra diri negatif mereka bisa berkembang.
2)      Mencatan ketidakpuasan yang dimiliki pasien, dan menuliskan diary tentang kejadian- kejadian tidak menyenangkan yang berhubungan dengan ketidakpuasannya.
3)      Training relaksasi
4)      Imajinasi
5)      ,6), dan 7) ketika pasien menyadari dan menyelaraskan kesalahan persepsinya mengenai body image.
8)  Meyakinkan pasien
9) Telaah untuk penerapan, mereview pengetahuan dan perilaku yang baru, dan belajar bagaimana mengimplementasikan pada kejadian- kejadian interpersonal yang berhubungan dengan body image negatif.
10) Praktek strategi pencegahan kekambuhan.
b.      Terapi psikologis, tujuannya untuk menurunkan rasa malu.
c.       Terapi perilaku, mendiskusikan perilaku.
d.      Terapi keluarga, membina hubungan saling pasien dan keluarga.
e.       Psikoterapi, terapi psikologis untuk mengangani gangguan body image
f.       Terapi farmakologi, misalnya anti depresan dan fluoxcetin.
g.      Manajemen cemas.

1 comments: