Sunday, October 7, 2012

Asma


1.      Definisi
Asma adalah suatu penyakit yang ditandai oleh hipersensitifitas percabangan trakheobronkial terhadap berbagai stimuli. Kondisi ini dimanifestasikan oleh penyempitan jalan nafas yang bersifat periodik reversibel yang disebabkan oleh spasme bronkus.
Asma merupakan penyakit inflamasi obstruktif yang ditandai oleh periode episodik spasme otot- otot polos dalam dinding saluran udara bronkial (spasme bronkus). Spasme bronkus ini menyempitkan jalan nafas, sehingga membuat pernafasan menjadi sulit dan menimbulkan bunyi mengi.
Asma merupakan penyait kompleks yang dapat diakibatkan oleh faktor biokimia, endokrin, infeksi, otonomik, dan psikologi.
2.      Tipe Asma
a.       Asma alergik/ ekstrinsik merupakan suatu jenis asma yang disebabkan oleh alergen, misalnya bulu binatang, debu, tepung sari, makanan, dan lain- lain. Alergen yang paling umum adalah alergen yang perantaraan penyebarannya melalui udara (airbone) dan alergen yang muncul secara musiman (seasional). Pasien dengan asma alergik biasanya mempunyai riwayat alergi pada keluarga dan riwayat pengobatan eksema atau rhinitis alergik. Paparan terhadap alergi akan mencetuskan serangan asma. Gejala asma umumnya dimulai saat kanak- kanak.
b.      Asma idiopatik (nonallergic astma/ intrinsik) merupakan jenis asma yang tidak berhubungan secara langsung dengan alergen spesifik. Faktor- faktor seperti common cold, infeksi saluran pernafasan atas, aktivitas, emosi, dan polusi lingkungan dapat menimbulkan serangan asma. Beberapa agen farmakologi, antagonis, beta- adrenergik, dan agen sulfite (penyedap makanan) juga dapat berperan sebagai faktor pencetus. Serangan asma ini dapat menjadi lebih berat dan sering kali dengan berjalannya waktu dapat berkembang menjadi bronkhitis dan emfisema. Pada beberapa pasien, asma jenis ini dapat berkembang menjadi asma campuran. Bentuk asma ini  biasanya dimulai pada usia lebih dari 35 tahun.
c.       Asma campuran merupakan bentuk asma yang paling sering ditemukan. Dikarakteristikan dengan bentuk kedua jenis asma alergi dan non- alergi.
3.      Etiologi
Sampai saat ini, etiologi asma belum diketahui secara pasti. Namun, suatu hal yang sering terjadi pada penderita asma adalah fenomena hiperaktivitas bronkus. Bronkus penderita asma sangat peka terhadap rangsang imunologi maupun non-imunologi. Karena sifat tersebut, maka serangan asma mudah terjadi akibat rangsangan baik fisik, metabolisme, kimia, alergen, infeksi, dan sebagainya.
Faktor yang sering menimbulkan asma perlu diketahui dan sedapat mungkin dapat dihindarkan. Faktor- faktor tersebut meliputi:
a.       Alergen utama: debu rumah, spora jamur, dan tepung sari rerumputan
b.      Iritan, seperti asap, bau- bauan, dan polutan
c.       Infeksi saluran nafas terutama yang disebabkan oleh virus
d.      Perubahan cuaca yang ekstrim
e.       Aktivitas fisik yang berlebiha.
f.       Lingkungan kerja
g.      Obat- obatan
h.      Emosi
i.        Faktor lain, misal: refluks gastroesofagus.
4.      Gambaran klinis
Gejala asma terdiri atas triad: dispnea, batuk, dan mengi (bengek atau sesak nafas). Gejala sesak nafas sering dianggap sebagai gejala yang harus ada (‘sine qua non’). Hal tersebut berarti jika penderita menganggap penyakitnya adalah asma namun tidak mengeluhkan sesak nafas, perawat harus yakin bahwa pasien bukan menderita asma.
Gambaran klinis pasien yang menderita asma:
a.       Gambaran objektif yang ditangkap perawat adalah kondisi pasien dalam keadaan seperti di bawah ini:
-          Sesak nafas parah dengan ekspirasi memanjang disertai wheezing.
-          Dapat disertai batuk dengan sputum kental dan sulit dikeluarkan.
-          Bernafas dengan menggunakan otot- otot tambahan.
-          Sianosis, takikardi, gelisah, dan pulsus paradoksus.
-          Fase ekspirasi memanjang disertai wheezing (di apex dan hilus).
b.      Gambaran subjektif yang ditangkap perawat adalah pasien mengeluhkan sukar bernafas, sesak, dan anoreksia.
Gambaran psikososil yang diketahui perawat adalah cemas, takut, mudah tersinggung, dan kurangnya pengetahuan pasien terhadap situasi penyakitnya.

0 comments:

Post a Comment