Pengkajian:
1)
Data demografi
pasien
2)
Mengkaji komponen
konsep diri, yaitu:
a.
Gambaran diri
b.
Ideal diri
c.
Harga diri
d.
Penampilan peran
e.
Identitas diri
3)
Faktor predisposisi
gangguan body image, seperti budaya,
teman sebaya, tuntutan peran.
4)
Faktor presipitasi,
misalnya trauma, baik fisik maupun psikologis.
5)
Sumber koping
6)
Mekanisme koping
7)
Keluhan yang
dirasakan pasien terkait body image.
8)
Perilaku respon
dari gangguan body image.
Diagnosa:
1)
Gangguan body image, yaitu kebingungan atau
kekeliruan dalam gambaran mental seseorang terhadap fisiknya sendiri. Gambaran
mental yang salah dan keliru terhadap fisiknya sendiri.
Batasan
karakteristik:
a.
Adanya perilaku
mengamati tubuh orang lain
b.
Membandingkan tubuh
orang lain dengan dirinya sendiri.
c.
Menutupi bagian
tubuh yang tidak disukai.
NOC:
a.
Self esteem
b.
Body image,
yaitu persepsi positif terhadap penampilan dan fungsi tubuh sendiri.
NIC:
a.
Body image enhancement, aktivitas: membantu mendorong pasien untuk mengungkapkan perasaannya,
mengidentifikasi cara- cara untuk mengurangi segala kesalahan penggambaran,
fasilitasi kontak dengan individu sebagai suatu mekanisme untuk mengevaluasi
persepsi citra tubuh, dorong pasien untuk melihat dan menyentuh bagian tubuh
yang berubah, memberikan informasi kosmetik yang dapat digunakan.
b.
Self esteem enhancement
c.
Peningkatan
dukungan keluarga
d.
Kelompok sharing
e.
Rehabilitasi untuk
adaptasi perubahan
f.
Kelompok sharing
Evaluasi:
a.
Pasien
memperlihatkan koping diri
b.
Harga diri membaik
Prinsip perawatan dan peran perawat:
a.
Respon tidak
mengadili pasien
b.
Bina hubungan
saling percaya
c.
Mendiskusikan apa
yang dipikirkan pasien
d.
Meyakinkan pikiran
dan perilaku potitif pasien
e.
Komunikasi
terapeutik
f.
Memberikan
informasi yang sesungguhnya, apa adanya
g.
Perawat sebagai
pendengar yang baik
h.
Menunjukkan rasa
empati
i.
Memberi support
j.
Membebaskan pasien
dari hal- hal yang membebani
k.
Memberikan
pendampingan keagamaan
Terapi:
a.
Cognitif Behavioral Therapy (CBT), yaitu menyediakan pikiran logis terhadap
penampilan pasien yang positif dengan cara memfasilitasi adaptasi terhadap
perubahan.
Tahap- tahap CBT, menurut
Catherine Faucher:
1)
Pasien mengkaji
diri sendiri bagaiman acitra diri negatif mereka bisa berkembang.
2)
Mencatan
ketidakpuasan yang dimiliki pasien, dan menuliskan diary tentang kejadian-
kejadian tidak menyenangkan yang berhubungan dengan ketidakpuasannya.
3)
Training relaksasi
4)
Imajinasi
5)
,6), dan 7) ketika
pasien menyadari dan menyelaraskan kesalahan persepsinya mengenai body image.
8) Meyakinkan
pasien
9) Telaah untuk penerapan,
mereview pengetahuan dan perilaku yang baru, dan belajar bagaimana
mengimplementasikan pada kejadian- kejadian interpersonal yang berhubungan
dengan body image negatif.
10) Praktek strategi pencegahan kekambuhan.
b.
Terapi psikologis,
tujuannya untuk menurunkan rasa malu.
c.
Terapi perilaku,
mendiskusikan perilaku.
d.
Terapi keluarga,
membina hubungan saling pasien dan keluarga.
e.
Psikoterapi, terapi
psikologis untuk mengangani gangguan body
image
f.
Terapi farmakologi,
misalnya anti depresan dan fluoxcetin.
g.
Manajemen cemas.


terimakasih banyak udah share... :)
ReplyDelete